Jumat, 04 Desember 2009

TEORI SISTEM DUNIA

Jumat, 04 Desember 2009
Teori-teori yang mencoba mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada teori ketergantungan, yakni :
I. Teori Liberal : Sanjaya Lall
Kritik dari teori ketergantungan datang dari Sanjaya Lall yang mengatakan agar konsep ketergantungan dapat dipakai untuk menyusun teori ada dua kriteria yang harus dipenuhi : Gejala ketergantungan ini harus hanya ada di negara-negara yang ekonominya tergantung, dan tidak di negara-negara yang tidak tergantung; Gejala ini mempengaruhi perkembangan dan pola pembangunan di Negara-negara yang tergantung. Lall juga menjumpai konsep ketergantungan bersifat yang kabur. Tidak jelas karena tergantung sebuah Negara menjadi terbelakang atau karena terbelakang Negara menjadi tergantung.
II. Bill Warren
Warren membantah inti Teori Ketergantungan, yakni bahwa perkembangan kapitalisme di Negara – Negara pusat dan pinggiran berbeda, sedangkan kapasitas di Negara manapun sama. Inti dari kritik Bill Warren adalah dalam kenyataannya Negara – Negara yang tergantung menunjukkan kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dari proses industri alisasi. Bahkan kemajuan ini mengarah pada pembangunan yang mandiri. Bagi Warren, Negara – Negara pinggiran jelas bias berkembang dan bisa menyelenggarakan pembangunan secara mandiri.
III. Teori Artikulasi
Teori Artikulasi pertama kali dikembangkan oleh antropolog Perancis seperti Claude Meillasoux dan Pierre Philippe Rey bertitik tolak dari konsep formasi sosial. Dalam Marxisme, di kenal konsep cara produksi (mode of production). Teori Artikulasi berpendapat bahwa kapitalisme di Negara – Negara pinggiran tidak bisa berkembang karena artikulasinya, atau kombinasi unsur – unsurnya tidak efisien. Bagi Teori Artikulasi, kegagalan dari kapitalisme di Negara – Negara Dunia Ketiga karena cara produksinya lain dengan di Negara – Negara maju sehingga kapitalisme berkembang secara murni.
IV. Immanuel Wallerstein : Teori Sistem Dunia
Teori Sistem Dunia muncul karena Teori Ketergantungan dianggap tidak bisa menjelaskan gejala pembangunan di Dunia Ketiga. Yang bisa dijelaskan hanyalah gejala terjadinya keterbelakangan. Wallerstein beranggapan bahwa dulu dunia dikuasai oleh sistem – sistem kecil atau mini dalam bentuk kerajaan atau bentuk pemerintahan lainnya. Perekonomian dunia adalah satu – satunya sistem dunia yang ada dan sebagai kekuatan yang menggerakan Negara – Negara di dunia.
created by wismo adhityo 1
Wallerstein membagi tiga kelompok Negara yaitu : pusat, setengah – pinggiran dan pinggiran. Perbedaan inti dari ketiga kelompok ini adalah kekuatan ekonomi dan politik dari masing – masing kelompok. Bagi Wallerstein perubahan dari negara pinggiran ke semi-pinggiran tergantung pada keberhasilan negara pinggiran melaksanakan salah satu atau kombinasi dari tiga alternatif strategi pembangunan yaitu strategi menangkap dan memanfaatkan kesempatan, strategi promosi dengan undangan, dan atau strategi berdiri di atas kaki sendiri.
Menurut Wallerstein ada berbagai cara yang dapat ditempuh untuk menuju posisi sentral yaitu memperluas jaringan pasar, menurunkan biaya produksi barang dalam negeri, menaikkan kemampuan daya beli riil masyarakat, dan memanipulasi selera konsumen dengan propaganda yang gencar.
Wallerstein berpendapat bahwa sistem pemilikan negara di dalam sistem ekonomi dunia tidak berarti adanya ekonomi sosialis. Negara, baginya, tidak lebih hanya sekedar pemilikan kolektif dari alat-alat produksi, sehinggga negara tidak lain kecuali satu bentuk badan usaha bersama. Hal ini hanya sekedar variasi dan digunakan oleh negara semi-pinggiran untuk mencapai posisi negara sentral dalam sistem kapitalis dunia.
Bagi Wallerestein, dinamika sistem dunia yakni kapitalis global atau ajaran sistem ekonomi-kapitalis dunia., selalu memberikan peluang bagi Negara – Negara yang ada untuk naik atau turun kelas. Sistem dunia dulu memberi keunggulan pada Negara – Negara yang bisa menghasilkan komoditi primer, pada saat lain keunggulan ini beralih kepada Negara – nagara yang mengembangkan industrinya. Kalau pada Teori Ketergantungan faktor eksternal ini adalah Negara – Negara pusat yang lebih kuat, pada Teori Sistem Dunia faktor eksternal ini adalah sistem dunia yang merupakan hasil interksi dari Negara – Negara yang ada.
Teori Artikulasi dan Teori Sistem Dunia merupakan dua teori baru dalam kelompok teori – teori pembangunan, yang mencoba memecahkan masalah – masalah yang terdapat pada Teori Ketergantungan. Teori Artikulasi merupakan pengembangan dari “ teori “ yang dikembangkan oleh Fernando Hendrique, Cardoso, sedangkan Teori Sistem Dunia dari Teori Ketergantungan Andre Gunder Frank.
created by wismo adhityo 2
Perbandingan antara teori dependensi dan perspektif sistem dunia disajikan pada tabel berikut :
No
Elemen Perbandingan
Teori Dependensi
Perspektif Sistem Dunia
1.
Unit analisa
Negara-bangsa
Sistem dunia
2.
Metode kajian
Historis-struktural masa jaya dan surut negara-bangsa
Dinamika sejarah sistem dunia; kecenderungan sekuler (pencaplokan, komersialisasi agraria, industrialisasi, prole-tarianisasi) dan irama per-putaran (siklus)
3.
Struktur teori
Dwi kutub (sentral dan pinggiran)
Tri kutub (sentral, semi-pinggiran, pinggiran)
4.
Arah pembangunan
Deterministik, ketergantungan selalu merugikan
Kemungkinan, mobilitas naik dan turun.
5.
Arena kajian
Negara pinggiran
Negara pinggiran, semi pingggiran, dan sentral; sistem ekonomi
Dari tiga aliran utama Teori Pembangunan, hanya Teori Sistem Dunia yang secara sungguh-sungguh memanfaatkan dunia sebagai unit analisa dan mampu memberi sumbangan yang berarti untuk menguji dinamika global dunia, yang biasanya diabaikan oleh Teori Modernisasi maupun Teori Depedensi.
Secara keseluruhan dalam menanggapi semua kritik, para pemerhati teori ‘Sistem Dunia’ mengakui, bahwa konsep ’Sistem Dunia’ hanya merupakan alat penelitian yang diharapkan bahwa perspektif ‘Sistem Dunia’ ini di kemudiannya mampu menguji perkembangan sejarah lokal dan setelah itu mencoba tetap menangkap makna dari kelas sosial yang berlaku sebagai salah satu penentu dari proses dan dinamika.
Keberhasilan pembangunan ekonomi di Hong Kong, melahirkan dua pertanyaan utama. Pertama, apa dan bagaimana menjelaskan keberhasilan pembangunan ekonomi di Hong Kong. Kedua, apa yang dapat disumbangkan keberhasilan pembangunan ekonomi tersebut bagi pengembangan dan atau pembaharuan teori-teori pembangunan.
Kesimpulan secara ringkas, adalah ada kemungkinan yang bermanfaat jika hasil kajian dari teori ’dependensi’ diperbandingkan dengan hasil kajian teori ’Sistem Dunia’ pada skala nasional. Keduanya memiliki kesamaan usaha dalam
created by wismo adhityo 3
menguji hubungan timbal balik antara dinamika internal dan eksternal. Namun perbedaannya terdapat pada jangkauan dan perlakuan tentang arah masa depan pembangunan. Teori dependensi baru lebih memperhatikan negara-negara pinggiran, sedangkan teori ‘Sistem Dunia’ menjangkau lebih luas dengan menguji negara pinggiran, negara semi-pinggiran, dan negara sentral. Teori ’dependensi baru’ menganggap negara dunia ketiga tidak mungkin dapat lepas dari ketergantungannya, sedangkan teori ’sistem dunia’ berpendapat bahwa pada situasi dan kondisi tertentu negara dunia ketiga memiliki kesempatan untuk melakukan mobolitas vertikal dalam tata ekonomi dunia.
SUMBER : MK. Teori Pembangunan /MPKD

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Our Soul ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates